Slamat Jalan Merpatih Putihku

Malam ini aku terlambat tidur
walaupun itu sudah lazim aku merasa letih
Pikiranku terbawa jauh dari pembaringan
Banyak rupa yang sedang aku rindukan

Diantara bintang bintang,
masih banyak tersisa kenangan
bercampur aduk kisah sedih dan senang

Aku rindu masa masa mengenal cinta
Aku rindu mereka yang mengejekku orang bodoh
aku rindu menjadi patung dsampingnya
aku rindu menulis puisi untuknya
Sungguh indah bagi ku

Tak ada rasa walau itu pahit adanya
Senyumnya selalu melekat dalam lenyap ingatan ku
Selamat jalan merpatih putihku

Alfa Omega Cinta

Kau perkenalkan aq pada cinta
Kau perkenalkan aq pada luka

Aq terpaku pada wajah sang hawa
Wajah yg bercermin dengan luka
Wajah yg pernah aq suka
Wajah yg menghias tiap sudut mata

Aq diam karna cinta
Aq terluka karna asmara

Hidup kita kata tanpa suara
Hidup kita, cinta penuh tanda tanya

Aq ingin pulang dengan keikhlasan,
walau bayang mu senantiasa membayang
Cukup dengan tanda mata
Aq ingin sekali lagi mendengar kata,
walau tanpa suara
Aq ingin membaca surat cinta,
walau tanpa aksara
Aq inginberjalan bersama,
Walau hanya langkah diam tanpa tutur kata
Izinkan aq memelukmu sejenak saja,
tak apa jika hanya ruang hampa
Jika kau terjatuh di depanku untuk kedua kali,
Pastikan aq ada . . .
walau hanya memandang, sedikit merona
atau mendengar kau berkeluh karna terpleset

Kadang terlintas . . .
Kau yang sedang duduk manis
Membolak balik, halaman demi halaman majalah Aneka
Seakan serius membaca . . .
Ternyata juga menahan ganjalan didada
Aq tak sanggup berkata kau tak sempurna,
tapi aq benci kata sempurna

Di sini, . . .
ku katakana cinta
Sepenggal kata yang sama sama pernah kita rasa

Cinta Bikin Aku Berang

Aku ingin memanggil mu sayang
Tapi kau sudah milik orang

Terkadang . . .
Aku ingin pergi bertualang
Berkelana, berkaliling Kota Malang

terlintas bayang yang tak ingin ku kenang
seperti wajahmu yang tak sanggup ku pandang
seperti lagu yang tak sangup ku bawa berdendang

Diri ku yang malang
Melayang bukan terbang
Hatiku luka meradang,
ditinggal jauh orang yang ku sayang
Jauh . . .
Jauh di ujung padang

Dia bukan pergi berdagang
Dia pergi tanpa memalingkan pandang
Meninggalkan luka seperti goresan pedang
yang lama lama akan meradang
Kalau sembuh pun, akan seperti tanah gersang
Tiada yang tumbuh walau ilalang

Bicara cinta seperti barang usang
atau pakaian kering yang dijemur terlentang
Kisahnya banyak yang dikarang karang
tapi sedihnya berulang ulang
Cinta memang malang
Apinya garang di atas tanah gersang yang penuh ilalang

Hari sudah terang
Burung burung pipit baru saja keluar dari sarang
Ayam ayam jantan sudah dari tadi berkok lantang
Aku nasih berbaring terlentang
menahan nafsu karna merangsang
semalam aku kebanyakan melihat gambar wanita telanjang
Aduh sayang
Hidupku kelam tanpa terang
Aku bosan hidup jika cintaku terlarang