Malam ini aku terlambat tidur
walaupun itu sudah lazim aku merasa letih
Pikiranku terbawa jauh dari pembaringan
Banyak rupa yang sedang aku rindukan
Diantara bintang bintang,
masih banyak tersisa kenangan
bercampur aduk kisah sedih dan senang
Aku rindu masa masa mengenal cinta
Aku rindu mereka yang mengejekku orang bodoh
aku rindu menjadi patung dsampingnya
aku rindu menulis puisi untuknya
Sungguh indah bagi ku
Tak ada rasa walau itu pahit adanya
Senyumnya selalu melekat dalam lenyap ingatan ku
Selamat jalan merpatih putihku
Dunia maya !. Ini dunia yg real buat kami yg punya banyak mimpi. Sarapan dgn segelas Firefox dan sepiring Google, bercermin dengan memandangi postingan diforum, Blog dan Web sudah menjadi Buku Harian kami. Tiap gerakan dipenuhi dgn tombol Space dan ENTER. Banyak orang yg menertewakan kami, tapi bagi kami inilah hidup yg nyata. Rasa lelah yang hadir di dunia nyata akan hilang saat jari jemari kami menyentuh keyboard dan tangan kanan bergerak mengarahkan mouse ke kiri dan ke kanan.
Alfa Omega Cinta
Kau perkenalkan aq pada cinta
Kau perkenalkan aq pada luka
Aq terpaku pada wajah sang hawa
Wajah yg bercermin dengan luka
Wajah yg pernah aq suka
Wajah yg menghias tiap sudut mata
Aq diam karna cinta
Aq terluka karna asmara
Hidup kita kata tanpa suara
Hidup kita, cinta penuh tanda tanya
Aq ingin pulang dengan keikhlasan,
walau bayang mu senantiasa membayang
Cukup dengan tanda mata
Aq ingin sekali lagi mendengar kata,
walau tanpa suara
Aq ingin membaca surat cinta,
walau tanpa aksara
Aq inginberjalan bersama,
Walau hanya langkah diam tanpa tutur kata
Izinkan aq memelukmu sejenak saja,
tak apa jika hanya ruang hampa
Jika kau terjatuh di depanku untuk kedua kali,
Pastikan aq ada . . .
walau hanya memandang, sedikit merona
atau mendengar kau berkeluh karna terpleset
Kadang terlintas . . .
Kau yang sedang duduk manis
Membolak balik, halaman demi halaman majalah Aneka
Seakan serius membaca . . .
Ternyata juga menahan ganjalan didada
Aq tak sanggup berkata kau tak sempurna,
tapi aq benci kata sempurna
Di sini, . . .
ku katakana cinta
Sepenggal kata yang sama sama pernah kita rasa
Kau perkenalkan aq pada luka
Aq terpaku pada wajah sang hawa
Wajah yg bercermin dengan luka
Wajah yg pernah aq suka
Wajah yg menghias tiap sudut mata
Aq diam karna cinta
Aq terluka karna asmara
Hidup kita kata tanpa suara
Hidup kita, cinta penuh tanda tanya
Aq ingin pulang dengan keikhlasan,
walau bayang mu senantiasa membayang
Cukup dengan tanda mata
Aq ingin sekali lagi mendengar kata,
walau tanpa suara
Aq ingin membaca surat cinta,
walau tanpa aksara
Aq inginberjalan bersama,
Walau hanya langkah diam tanpa tutur kata
Izinkan aq memelukmu sejenak saja,
tak apa jika hanya ruang hampa
Jika kau terjatuh di depanku untuk kedua kali,
Pastikan aq ada . . .
walau hanya memandang, sedikit merona
atau mendengar kau berkeluh karna terpleset
Kadang terlintas . . .
Kau yang sedang duduk manis
Membolak balik, halaman demi halaman majalah Aneka
Seakan serius membaca . . .
Ternyata juga menahan ganjalan didada
Aq tak sanggup berkata kau tak sempurna,
tapi aq benci kata sempurna
Di sini, . . .
ku katakana cinta
Sepenggal kata yang sama sama pernah kita rasa
Cinta Bikin Aku Berang
Aku ingin memanggil mu sayang
Tapi kau sudah milik orang
Terkadang . . .
Aku ingin pergi bertualang
Berkelana, berkaliling Kota Malang
terlintas bayang yang tak ingin ku kenang
seperti wajahmu yang tak sanggup ku pandang
seperti lagu yang tak sangup ku bawa berdendang
Diri ku yang malang
Melayang bukan terbang
Hatiku luka meradang,
ditinggal jauh orang yang ku sayang
Jauh . . .
Jauh di ujung padang
Dia bukan pergi berdagang
Dia pergi tanpa memalingkan pandang
Meninggalkan luka seperti goresan pedang
yang lama lama akan meradang
Kalau sembuh pun, akan seperti tanah gersang
Tiada yang tumbuh walau ilalang
Bicara cinta seperti barang usang
atau pakaian kering yang dijemur terlentang
Kisahnya banyak yang dikarang karang
tapi sedihnya berulang ulang
Cinta memang malang
Apinya garang di atas tanah gersang yang penuh ilalang
Hari sudah terang
Burung burung pipit baru saja keluar dari sarang
Ayam ayam jantan sudah dari tadi berkok lantang
Aku nasih berbaring terlentang
menahan nafsu karna merangsang
semalam aku kebanyakan melihat gambar wanita telanjang
Aduh sayang
Hidupku kelam tanpa terang
Aku bosan hidup jika cintaku terlarang
Tapi kau sudah milik orang
Terkadang . . .
Aku ingin pergi bertualang
Berkelana, berkaliling Kota Malang
terlintas bayang yang tak ingin ku kenang
seperti wajahmu yang tak sanggup ku pandang
seperti lagu yang tak sangup ku bawa berdendang
Diri ku yang malang
Melayang bukan terbang
Hatiku luka meradang,
ditinggal jauh orang yang ku sayang
Jauh . . .
Jauh di ujung padang
Dia bukan pergi berdagang
Dia pergi tanpa memalingkan pandang
Meninggalkan luka seperti goresan pedang
yang lama lama akan meradang
Kalau sembuh pun, akan seperti tanah gersang
Tiada yang tumbuh walau ilalang
Bicara cinta seperti barang usang
atau pakaian kering yang dijemur terlentang
Kisahnya banyak yang dikarang karang
tapi sedihnya berulang ulang
Cinta memang malang
Apinya garang di atas tanah gersang yang penuh ilalang
Hari sudah terang
Burung burung pipit baru saja keluar dari sarang
Ayam ayam jantan sudah dari tadi berkok lantang
Aku nasih berbaring terlentang
menahan nafsu karna merangsang
semalam aku kebanyakan melihat gambar wanita telanjang
Aduh sayang
Hidupku kelam tanpa terang
Aku bosan hidup jika cintaku terlarang
Langganan:
Komentar (Atom)